Sejarah Desa Kedungbanteng

Kedungbanteng terbagi menjadi 2 Dusun, 4 RW dan 23 RT, dengan 7 Grumbul (distrik) diantaranya Grumbul Bojong (RW 1), Kedunglemah (RW 2), Dukuh Anyar (RW 2), Sreong (RW 2), Brobahan (RW 3), Grumbul Pasar (RW 4), Gadog (RW 4). Kedungbanteng merupakan ibu kota dari kecamatan Kedungbanteng kabupaten Banyumas. Sebagai pusat pemerintahan kecamatan, maka banyak bangunan pemerintahan bertempat di desa kecil itu. Mereka diantaranya Kantor Kecamatan Kedungbanteng, KUA, Koramil kedungbanteng, Polsek kedugbanteng, Puskesmas, Kantor Pos dan lainnya.

Selain itu, dalam hal pendidikan terdapat 2 RA/ TK Diponegoro, 3 SDN (1,2,3) Kedungbanteng, 1 MI Ma'arif NU, MTs Kedungbanteng, SLTPN (1,2) Kedungbanteng, SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng, serta SMK Diponegoro Kedungbanteng. Terdapat pula 3 Pesantren, yang paling terkenal adalah PP An-Nur yang diasuh oleh KH. Ridwan Sururi (Kyai Iket) bertempat di grumbul Kedunglemah. Dalam bidang ekonomi, terdapat Pasar Sinom sebagai pasar induk kecamatan, KUD, 2 Rice Mill, Perusahaan Roti (Bakery), Nopia, RM Gubug Sari, dan lainnya.

Tempat wisata alam seperti Watu Sinom, Watu Jaran, Watu Datar, Watu Bankong, Belik Petir, Kedung Gayam, Kedung Manggis,dan Kedung Banteng. Dalam bidang seni budaya, terdapat beberapa group "thek-thek" atau kenthongan diantaranya Bambu Laras. Ada pula seni musik Banyumasan Kroco Bungah yang sudah melaunchingkan 2 albumnya, serta palestari seni budaya lainnya. PSBS atau Persatuan Sepak bola Bintang Sembilan sebagai klub sepak bola faforit dan kebanggaan masyarakat Kedungbanteng. Selain itu PSBS juga membuka sekolah/ latihan bola di lapangan Kedungbanteng setiap sore (tentatif) dan Minggu pagi.

Kepala Desa Kedungbanteng: 1. Tri Biantoro (2013 - sekarang) 2. Lintarti (2008 - 2013) 3. Teguh Imam D (1998 - 2008) 4. Potensi Grumbul: 1. Bojong = pedagang, petani 2. Kedunglemah = pesantren, petani 3. Dukuh Anyar = pedagang, pekerja 4. Sreong = pekerja, pengusaha 5. Brobahan = pekerja, petani 6. Grumpas = pedagang, pengusaha 7. Gadog = petani, pekerja

Pengembangan selanjutnya adalah Kedungbanteng mampu menjadi desa unggulan yang mampu bersaing dengan desa lain dalam upaya mendukung otonomi daerah khususnya kabupaten Banyumas. Perjalanan menuju Kedungbanteng

  1. dari Karanglewas: lurus ke Utara setelah pertigaan pasar/ terminal Karanglewas melewati desa Pasir.
  2. dari Purwokerto: alun-alun Purwokerto ke barat sampai dengan pasar Karanglewas. Pertigaan pasar Karanglewas ambil kanan (ke Utara).
  3. dari Baturaden: lewat pintu wisata Mandala ke selatan hingga pertigaan selatan Pom bensin Pabuaran ambil kanan hingga Pasar Cerme ke utara sedikit ada pertigaan ambil arah barat menuju desa Beji (Unwiku) kemudian ke selatan melintasi desa Kebocoran.
  4. dari Tanjung: ambil arah barat melewati persimpangan rel KA arah Kalibogor lalu menuju Pasar Karanglewas. Selanjutnya rute 1.
  5. dari Ajibarang: ke Timur melewati Cilongok hingga Pasar Karanglewas. Selanjutnya Rute 1.
  6. dari Stasiun KA: ke barat arah Pasar Karanglewas. Selanjutnya Rute 1.
  7. dari Terminal Besar: arah Tanjung (Rute 4) selanjutnya Rute 1.
.